Apa itu Rasio C-peptida terhadap Glukosa?
Rasio C-peptida terhadap glukosa (CGR) menghubungkan kadar C-peptida dalam sirkulasi dengan glukosa plasma, memberikan gambaran praktis mengenai kapasitas sekresi insulin sel β.
Karena C-peptida dilepaskan dalam jumlah ekvimolar dengan insulin dan memiliki waktu paruh yang lebih panjang, CGR sering kali lebih stabil daripada indeks berbasis insulin, terutama pada pasien yang menggunakan insulin eksogen.
Mengapa menggunakan Rasio C-peptida terhadap Glukosa?
- Membantu membedakan defisiensi insulin dari fenotipe resistensi insulin.
- Dapat digunakan pada pasien yang memakai insulin eksogen karena C-peptida mencerminkan sekresi endogen.
- Membantu menentukan kapan harus memulai atau meningkatkan terapi insulin ketika ditafsirkan dalam konteks klinis.
Cara menafsirkan rasio C-peptida terhadap glukosa
Pertimbangan klinis dan langkah selanjutnya
CGR harus selalu ditafsirkan dalam konteks klinis, termasuk tipe diabetes, durasi penyakit, fungsi ginjal, dan terapi penyerta.
- Pastikan status puasa atau dokumentasikan waktu postprandial dengan jelas saat menafsirkan hasil.
- Gabungkan CGR dengan penanda lain seperti HbA1c, autoantibodi, dan pengukuran C-peptida mandiri untuk membedakan fenotipe diabetes.
- Nilai CGR yang sangat rendah dapat mendukung dimulainya terapi insulin lebih awal atau intensif, terutama pada dugaan diabetes tipe 1 atau LADA.