Alat penting untuk mendiagnosis dan mengelola gangguan metabolik.
Menghitung Model Penilaian Homeostatik untuk Resistensi Insulin.
Mengestimasi fungsi sel beta pankreas dalam bentuk persentase.
Metode lain untuk mengukur sensitivitas insulin menggunakan logaritma.
Menghitung Indeks Trigliserida-Glukosa, penanda sederhana untuk resistensi insulin.
Rasio langsung glukosa terhadap insulin untuk menilai sensitivitas dengan cepat.
Menggabungkan fungsi sel beta dan sensitivitas untuk gambaran komprehensif.
Menilai sensitivitas insulin seluruh tubuh menggunakan data OGTT.
Menafsirkan hasil Tes Toleransi Glukosa Oral (OGTT) untuk diagnosis diabetes.
Menilai kapasitas sekresi sel β melalui rasio C-peptida/glukosa pada kondisi puasa.
Mengestimasi kalium serum terkoreksi menggunakan pH darah untuk membantu interpretasi pergeseran kalium pada asidemia, ketoasidosis diabetik (KAD), dan gangguan metabolik terkait.
Mengonversi HbA1c menjadi estimasi glukosa rata-rata (eAG) menggunakan rumus resmi ADAG/NGSP, dengan hasil dalam mg/dL atau mmol/L.
Mengonversi HbA1c antara % NGSP dan mmol/mol IFCC, serta menampilkan estimasi glukosa rata-rata dalam mg/dL dan mmol/L secara otomatis.
Menghitung natrium terkoreksi pada hiperglikemia menggunakan faktor koreksi Katz dan Hillier, membantu interpretasi disnatremia pada KAD dan SHH.
Mengestimasi HbA1c dan glukosa rata-rata dari fruktosamin untuk penilaian glikemik jangka pendek selama 2 hingga 3 minggu sebelumnya.
Menginterpretasikan albumin glikat (GA) sebagai penanda glikemik jangka pendek yang mencerminkan rentang waktu sekitar 2 hingga 3 minggu sebelumnya.
Menghitung Indikator Manajemen Glukosa (GMI) dari glukosa rata-rata dan menampilkan hasilnya bersama glukosa rata-rata dalam mg/dL dan mmol/L.
Mengonversi persentase Waktu dalam Rentang (TIR) dari CGM menjadi jam dan menit per hari serta per minggu untuk interpretasi yang lebih mudah.
Menghitung estimasi laju pembuangan glukosa (eGDR) menggunakan lingkar pinggang, status hipertensi, dan HbA1c sebagai penanda pengganti praktis untuk resistensi insulin.
Mengestimasi kemungkinan praoperasi remisi diabetes tipe 2 setelah bedah metabolik menggunakan skor DiaRem yang transparan.